Tampilkan postingan dengan label Bunga Tidurku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunga Tidurku. Tampilkan semua postingan

16.2.13

Hari ini aku memimpikan seorang teman yang saya panggil 'grandpa'. Agak lupa gimana detilnya, tapi, perasaan menyenangkannya gak terlupakan, sangat terasa. Nyata.
Aku sedang di sebuah pertunjukan seni favoritku. Lalu, grandpa datang duduk di sampingku. Saat itu aku sudah bahagia sekali, walaupun selama pertunjukkan kami asyik menikmati apa yg ada di depan kami, tanpa berbicara satu sama lain.
Setelah pertunjukan usai, granpa mengeluarkan gulungan kertas dari ranselnya. Katanya, ada tugas yang harus dia selesaikan hari itu juga. Aku ingin membantunya, tapi aku tidak paham dengan bidang yg digelutinya. Akhirnya aku hanya menjadi pengamat.
Lalu, kami berjalan-jalan menuju sebuah toko yang menjual berbagai tanaman yang digunakan sebagai jamu dan spa.
Selama perjalanan, grandpa memegang tanganku. Dengan malu-malu. Aku juga, tersipu malu. Tapi, bahagia.
Selama di toko, kami terus mengobrol tentang tanaman2 yg dijual di toko. Grandpa menjelaskan banyak hal, yang membuatku terpesona —sama seperti saat pertama kali bertemu dengannya— dan membuat ku deg-degan lagi.
Sepulang dr toko tanpa membeli apa pun, kami berjalan dengan penuh bahagia. Entah apa yg membuat kami bahagia. Yang jelas, dengan hanya bersamanya, aku bahagia.
Sekali lagi, kami berpegangan tangan. Dengan rasa malu-malu.
Saat aku terbangun, deg-degan yang kurasa saat aku berada dlm mimpi, masih terbawa.
Apakah aku merindukannya? Atau dia yang merindukan ku? Ahh, tidak mungkin dia yg merindukanku ya…

5.11.12

Seharusnya ku tuliskan tadi pagi setelah mengalaminya. Tapi aku tidak sempat, hingga lupa. Tetapi, pada saat duduk-duduk dengan ibu sore tadi, teringat bahwa aku pernah mengalami ini saat pagi, tp dalam situasi yang berbeda, ada orang lain.
Ini adalah cerita tentang mimpi yang ku alami sebelum aku bangun pagi ini.
====
Aku dan ibuku pergi ke suatu tempat. Entah dimana, tapi hanya kami berdua. Aku tidak mengenal tempat itu dan seluruh penghuninya, tetapi ibuku tau dan kenal siapa mereka. Sepertinya ibu sangat merindukan mereka. 
Lalu, ibu mengenalkanku kepada seorang pria. Umurnya sekitar 40 tahunan, kulitnya coklat tetapi cukup manis ku rasa. Diwajahnya tersusun rapi brewok tipis yang membuatnya tampak terlihat memesona. Ibu ku mengenalkannya sebagai calon suaminya. 
Ekspresi kaget tak dapat ku tahan. Tp, aku merasa sedikit senang jika dia jadi ayahku. Karena wajahnya terlihat teduh seperti ayah-ayah pada umumnya, tidak seperti ayahku. 
“Lalu bagaimana dengan papa?”, tanyaku. 
“Papa telah mengizinkan”, jawab ibuku. 
Sedikit mengganjal. Ayah mengizinkan? Ada apa dengannya? Apa yang tengah dipikirkannya hingga bisa mengizinkan istrinya untuk poliandri? Entahlah. 
Lalu, sebuah pesta diadakan di tempat itu. Sederhana namun cukup meriah dengan dekorasi serba kuning keemasan. Tapi ada yang aneh. Aku tidak melihat keluarga ku hadir, tak ada ayah, kakak, dan adek. Hanya aku, ibuku, suami barunya, dan orang-orang yang tidak ku kenal.
====
Mimpi yang aneh yaa…. 
Saat menuliskan mimpi ini, aku lalu teringat sesuatu. Tentang gosip yang dulu pernah mengguncang keluargaku. Bahwa, ayahku telah menikah siri dengan perempuan lain. Dan kesimpulan yang dibuat oleh tanteku saat ayah tidak mau transparan tentang gaji dan pengeluarannya. Dan betapa pelitnya ayah dalam mengeluarkan uang untuk anak-anaknya. Tanteku berpendapat bahwa ayah sedang menanggung anak istrinya yang lain.
Terserah. 
Aku sudah tidak peduli lagi dengannya.

26.10.12

Aku berada di tempat yg banyak alat beratnya. Macem traktor, pengangkut pasir, dsb. Diatas traktor aku liat ada Kun duduk bareng cowok super duper gendut! Rambutnya gondrong kyk Agung Herkules, kulitnya putih dan bergelambir. aku tau yang mereka bicarakan padahal jaraknya jauh banget.
Si gelambir: “gimana km dan pacarmu”
Kun: “diputus”
Gelambir: “kok bisa?”
Kun: “dia kesengsem dengan cowok berinisial Rj”
Setelah tau percakapan mereka aku kaget mampus! Padahal di mimpi ku itu aku dan Kun gak putus! 
Aku kecewa sm dia… kemudian aku liat ada cewek pakean aneh, bawa pistol yg bentuknya kayak gelembung. Ku pikir dia mau nembak aku, ternyata dia mau bikin semacam hujan gelembung dr pistol itu. Cantik banget! Bbrp meter disampingnya ada T-rex. Klo dia mangap dr mulutnya keluar semacam dekorasi warna-warni, melayang-layang.
Di belakangku, ada semacam bangunan yg mirip cornucopianya The Hunger Games. Di depannya ada 2 org, tiba2 datang 2 manusia bersayap. 1nya berwarna emas dan yg 1 warna abu2. salah satu dari 2 org di depan cornucopia, menyuruh malaikat sayap emas melakukan sesuatu. Kemudian aku meneriaki malaikat sayap emas, tapi dia tidak melihatku. Aku terus meneriakinya “hey! Dengarkan aku!”. Perlahan-lahan malaikat emas dan malaikat abu2 menyadari kehadiranku. “Aneh” kata mereka. Karena hanya org tertentu yg bisa melihat mereka. Hanya org yg memiliki serpihan cincin. Malaikat emas menyuruhku utk memperlihatkan kedua tangan, mereka pikir aku menggunakan cincin tersebut. Tp tidak, itu bakat alami ku. Kemudian kedua malaikat sepakat untuk patuh pada ku. Mereka membunuh kedua org yg merupakan bekas majikan mereka. karena aku kecewa pada Kun aku menyuruh kedua malaikat untuk menghancurkan daerah akal berat itu. Senang sekali rasanya melihat tempat itu hancur.
Saat akan melanjutkan penghancuran di tempat lain, aku terbangun.