8.11.12

Biarkan aku mengagumi mu dari jauh. Ah! Bukan! Sebenarnya kita tak terpisah sama sekali. Tak ada jarak diantara kita. Namun, dirimu sulit untuk ku gapai. Begitu pula dengan hati mu. Mustahil tampaknya…
Jadi, biarkan aku tetap mengagumi mu dari posisi ku yang tak terlihat.

5.11.12

Seharusnya ku tuliskan tadi pagi setelah mengalaminya. Tapi aku tidak sempat, hingga lupa. Tetapi, pada saat duduk-duduk dengan ibu sore tadi, teringat bahwa aku pernah mengalami ini saat pagi, tp dalam situasi yang berbeda, ada orang lain.
Ini adalah cerita tentang mimpi yang ku alami sebelum aku bangun pagi ini.
====
Aku dan ibuku pergi ke suatu tempat. Entah dimana, tapi hanya kami berdua. Aku tidak mengenal tempat itu dan seluruh penghuninya, tetapi ibuku tau dan kenal siapa mereka. Sepertinya ibu sangat merindukan mereka. 
Lalu, ibu mengenalkanku kepada seorang pria. Umurnya sekitar 40 tahunan, kulitnya coklat tetapi cukup manis ku rasa. Diwajahnya tersusun rapi brewok tipis yang membuatnya tampak terlihat memesona. Ibu ku mengenalkannya sebagai calon suaminya. 
Ekspresi kaget tak dapat ku tahan. Tp, aku merasa sedikit senang jika dia jadi ayahku. Karena wajahnya terlihat teduh seperti ayah-ayah pada umumnya, tidak seperti ayahku. 
“Lalu bagaimana dengan papa?”, tanyaku. 
“Papa telah mengizinkan”, jawab ibuku. 
Sedikit mengganjal. Ayah mengizinkan? Ada apa dengannya? Apa yang tengah dipikirkannya hingga bisa mengizinkan istrinya untuk poliandri? Entahlah. 
Lalu, sebuah pesta diadakan di tempat itu. Sederhana namun cukup meriah dengan dekorasi serba kuning keemasan. Tapi ada yang aneh. Aku tidak melihat keluarga ku hadir, tak ada ayah, kakak, dan adek. Hanya aku, ibuku, suami barunya, dan orang-orang yang tidak ku kenal.
====
Mimpi yang aneh yaa…. 
Saat menuliskan mimpi ini, aku lalu teringat sesuatu. Tentang gosip yang dulu pernah mengguncang keluargaku. Bahwa, ayahku telah menikah siri dengan perempuan lain. Dan kesimpulan yang dibuat oleh tanteku saat ayah tidak mau transparan tentang gaji dan pengeluarannya. Dan betapa pelitnya ayah dalam mengeluarkan uang untuk anak-anaknya. Tanteku berpendapat bahwa ayah sedang menanggung anak istrinya yang lain.
Terserah. 
Aku sudah tidak peduli lagi dengannya.

26.10.12

Aku berada di tempat yg banyak alat beratnya. Macem traktor, pengangkut pasir, dsb. Diatas traktor aku liat ada Kun duduk bareng cowok super duper gendut! Rambutnya gondrong kyk Agung Herkules, kulitnya putih dan bergelambir. aku tau yang mereka bicarakan padahal jaraknya jauh banget.
Si gelambir: “gimana km dan pacarmu”
Kun: “diputus”
Gelambir: “kok bisa?”
Kun: “dia kesengsem dengan cowok berinisial Rj”
Setelah tau percakapan mereka aku kaget mampus! Padahal di mimpi ku itu aku dan Kun gak putus! 
Aku kecewa sm dia… kemudian aku liat ada cewek pakean aneh, bawa pistol yg bentuknya kayak gelembung. Ku pikir dia mau nembak aku, ternyata dia mau bikin semacam hujan gelembung dr pistol itu. Cantik banget! Bbrp meter disampingnya ada T-rex. Klo dia mangap dr mulutnya keluar semacam dekorasi warna-warni, melayang-layang.
Di belakangku, ada semacam bangunan yg mirip cornucopianya The Hunger Games. Di depannya ada 2 org, tiba2 datang 2 manusia bersayap. 1nya berwarna emas dan yg 1 warna abu2. salah satu dari 2 org di depan cornucopia, menyuruh malaikat sayap emas melakukan sesuatu. Kemudian aku meneriaki malaikat sayap emas, tapi dia tidak melihatku. Aku terus meneriakinya “hey! Dengarkan aku!”. Perlahan-lahan malaikat emas dan malaikat abu2 menyadari kehadiranku. “Aneh” kata mereka. Karena hanya org tertentu yg bisa melihat mereka. Hanya org yg memiliki serpihan cincin. Malaikat emas menyuruhku utk memperlihatkan kedua tangan, mereka pikir aku menggunakan cincin tersebut. Tp tidak, itu bakat alami ku. Kemudian kedua malaikat sepakat untuk patuh pada ku. Mereka membunuh kedua org yg merupakan bekas majikan mereka. karena aku kecewa pada Kun aku menyuruh kedua malaikat untuk menghancurkan daerah akal berat itu. Senang sekali rasanya melihat tempat itu hancur.
Saat akan melanjutkan penghancuran di tempat lain, aku terbangun.

28.9.12

Siang tadi, saat saya sedang berada di toko perlengkapan bayi dan anak. Ada dua bocah lelaki yg menarik perhatian ku. Bocah lelaki kurus, dengan antengnya berdiam di sudut, sambil bermain game dengan ipad. Bocah lelaki yg lain bertubuh gendut, pipinya chubby, lucu ku rasa. Dengan sangat aktifnya bermain sendirian. Beraksi seperti sedang berkelahi ala mortal combat dan terus mengeluarkan suara seperti layaknya beatbox. Sesekali si bocah gendut datang mendekati si bocah kurus. Tertarik melihat permainan di ipad tersebut. Tapi, si bocah kurus hanya mengacuhkan dan tetap asik bermain. Kemudian, si bocah gendut kembali asik dengan jurus-jurus mautnya. Aku hanya bisa berdoa agar salah satu jurusnya tidak mengenaiku yg sedang duduk tak seimbang di belakangnya.

25.9.12

"Putramu yang lanang putihan po? Anakmu yang wedhok malah item. Rak kebalik?"
Protes teman ibuku setelah melihatku keluar dari dapur.

24.9.12

Di beranda facebook saya ada foto dari salah satu temen Bavarian. Doi memajang foto lapak martabaknya, dimana seluruh staff di lapak tersebut menggunakan jersey Bayern Munchen. Saya lalu teringat dengan kejadian kamis lalu, tanggal 20 September 2012.
Sekitar jam 2 siang, saya dalam perjalanan menuju ke kampus dengan menggunakan bis kota. Di tengah jalan, tepatnya di Jalan Singosari, saya melihat sebuah gerobak bakso bertuliskan “LAPERPOOL”. Gerobak yang unik menurut saya. Gerobak tersebut sama dengan gerobak bakso pada umumnya, warna yg mendominasi adalah merah. Lalu di kedua sisi kiri dan kanan, tertera dengan jelas lambang salah satu klub sepak bola di Inggris, Liverpool.
Hmm… Liverpudlian yang kreatif!

23.9.12

“Dalam sehari, naik 2 kg?! Gak mungkin!!”
“Kasian timbangannya! Jangan disalahkan! Terima fakta!”